I love the way you look at me
You ever so bright and brown
Minggu, 05 Mei 2013
Minggu, 21 April 2013
Hai Sahabatku inilah kamu
Waktu teruss berputar dan berlalu
Hanya dengan kebiasaan kita memulai
Sulit kita mengungkapkan diri kita masing masing
Dan tujuanku adalah mengungkapkan siapa “kau” sebenarnya
Usapan jemarimu yang terus mengeringkan basah di pipiku
Dan senyum rekahmu yang selalu membahagiakanku
Itulah yang tak pernah lepas dari ingatanku
Tentang kamu ..
Nada nada bibir halusmu yang selalu mengangkat otot otot mulut dan pipiku
Itu yang selalu tergambar dari kamu
Kamu yang selalu menyuguhku berjuta kebahagiaan
Dan menemaniku tanpa sebuah kebimbangan
Kamu yang selalu hadir disetiap waktuku
Kamu yang selalu ada meskipun ratusan kilo jarak memisahkan kita
Kamu selalu ada....
Kamu selalu ada....
Bukan hanya saat kita saling membutuhkan
Namun juga pada setiap saat kita berbagi kebahagiaan
Satu satunya tempat aku menangis.
Satu satunya tempat aku lari, ketika aku memiliki masalah.
Satu satunya yang aku ajak bicara.
Kau satu-satunya teman terbaik yang selalu ada untukku.
Satu satunya tempat aku lari, ketika aku memiliki masalah.
Satu satunya yang aku ajak bicara.
Kau satu-satunya teman terbaik yang selalu ada untukku.
Sementara dalam pikiran kita
Masih ada batas yang membuat kita terpisah
Lalu bagaimana dengan persahabatan kita?
Akankah kita nyaman dalam batas yang memisahkan kita itu ?
Aku selalu berharap
Aku selalu berdoa
..
Dalam yakinku masih akan ada ruang lagi yang mempertemukan kita hai sahabatku ..
Dalam yakinku masih akan ada ruang lagi yang mempertemukan kita hai sahabatku ..
Hafis Nur Rahmawati
Rabu, 13 Maret 2013
Ketika kita disakiti
Bacalah Ketika Kita Patah Hati
Kesetiaan itu pedih, JIKA engkau mempercayai penipu, dan memaksa dirimu setia kepada yang menelantarkanmu.
Setialah kepada dia yang juga setia kepadamu.
Engkau yang tetap mengharapkan cinta dalam penelantaran, sadarkanlah dirimu …
Engkau semakin menua, dan dengan kesedihan itu engkau menjadi semakin kurang menarik bagi orang lain yang mungkin akan lebih memuliakanmu.
Mengapakah kau korbankan kebaikan hati dan dirimu untuk orang yang tidak merawat hatimu?
…
Apakah hatimu juga buta terhadap kesedihan orang tua dan mereka yang menyayangimu – yang tak rela melihat penistaan atas dirimu?
Seberapa lumpuhkah pikiranmu dan seberapa mati rasa-kah hatimu, sehingga engkau merendahkan dirimu dalam pengemisan tak berjawab seperti itu?
Hormatilah dirimu, jika engkau ingin mendapatkan cinta yang menghormatimu.
Pengemis cinta hanya sesuai bagi penelantar cinta.
Cinta berkembang dalam rasa hormat, dan mati dalam pengabaian.
Jika dia mencintaimu, dia akan menghormatimu, dan tak akan menelantarkanmu dalam pengabaian.
Cara terbaik untuk membalas dendam kepada orang yang mencuri kekasih Anda, adalah mengikhlaskan kebersamaan mereka berdua.
Karena, jika dia kekasih yang baik, dia tak akan mengkhianati Anda.
Sehingga, orang yang mencuri kekasih Anda, sebetulnya mencuri seorang pengkhianat.…
Lalu, mengapakah Anda bersedih dan memburukkan kehidupan Anda sendiri, karena menyesali perginya orang yang tidak baik?
“Janganlah jatuh cinta dengan cara yang menjatuhkan martabatmu.”
Cinta itu dusta,
hanya jika engkau memilih untuk menyerahkan hatimu kepada penipu.
Janganlah kau siksa hati dan dirimu dengan kekecewaan, kemarahan, dan kesedihan karena cinta yang palsu – hingga engkau mendorong jauh mereka yang tertarik kepadamu, atau mematikan ketertarikan mereka dengan sikap dan perilaku yang buruk.
Sakitnya patah hati itu seharusnya sementara, menguatkanmu, dan menyiapkanmu bagi pemilihan kekasih yang lebih baik.
Sudahlah … cukupkanlah kesedihanmu.
Indahkanlah hatimu, ceriakanlah wajahmu, harumkanlah dirimu, anggunkanlah lakumu, dan merdukanlah suaramu
Setialah kepada dia yang juga setia kepadamu.
Engkau yang tetap mengharapkan cinta dalam penelantaran, sadarkanlah dirimu …
Engkau semakin menua, dan dengan kesedihan itu engkau menjadi semakin kurang menarik bagi orang lain yang mungkin akan lebih memuliakanmu.
Mengapakah kau korbankan kebaikan hati dan dirimu untuk orang yang tidak merawat hatimu?
…
Apakah hatimu juga buta terhadap kesedihan orang tua dan mereka yang menyayangimu – yang tak rela melihat penistaan atas dirimu?
Seberapa lumpuhkah pikiranmu dan seberapa mati rasa-kah hatimu, sehingga engkau merendahkan dirimu dalam pengemisan tak berjawab seperti itu?
Hormatilah dirimu, jika engkau ingin mendapatkan cinta yang menghormatimu.
Pengemis cinta hanya sesuai bagi penelantar cinta.
Cinta berkembang dalam rasa hormat, dan mati dalam pengabaian.
Jika dia mencintaimu, dia akan menghormatimu, dan tak akan menelantarkanmu dalam pengabaian.
Cara terbaik untuk membalas dendam kepada orang yang mencuri kekasih Anda, adalah mengikhlaskan kebersamaan mereka berdua.
Karena, jika dia kekasih yang baik, dia tak akan mengkhianati Anda.
Sehingga, orang yang mencuri kekasih Anda, sebetulnya mencuri seorang pengkhianat.…
Lalu, mengapakah Anda bersedih dan memburukkan kehidupan Anda sendiri, karena menyesali perginya orang yang tidak baik?
“Janganlah jatuh cinta dengan cara yang menjatuhkan martabatmu.”
Cinta itu dusta,
hanya jika engkau memilih untuk menyerahkan hatimu kepada penipu.
Janganlah kau siksa hati dan dirimu dengan kekecewaan, kemarahan, dan kesedihan karena cinta yang palsu – hingga engkau mendorong jauh mereka yang tertarik kepadamu, atau mematikan ketertarikan mereka dengan sikap dan perilaku yang buruk.
Sakitnya patah hati itu seharusnya sementara, menguatkanmu, dan menyiapkanmu bagi pemilihan kekasih yang lebih baik.
Sudahlah … cukupkanlah kesedihanmu.
Indahkanlah hatimu, ceriakanlah wajahmu, harumkanlah dirimu, anggunkanlah lakumu, dan merdukanlah suaramu
Jumat, 04 Januari 2013
Aku dan Kamu (misteriku)
Aku menengok kebelakang punggungku ..
Mataku terarah pada setumpuk ketas yang telah usang , bertuliskan nada nada cinta ..
Seharusnya tumpukan kertas itu ada padamu ..
Namun tidak mungkin , kau pasti sudah membuannya jauh jauh ..
Tulisan yang sudah memudar ditelan waktu . Goresan indah itu mengingatkanku pada zona misteri aku dan kamu ..
Dan sekarang , aku hanya bisatersenyum bahagia karena kau bisa tertawa lepas tanpa aku.
Aku munafik !! , aku tidak tersenyum bahagia, namun aku memaksa untuk itu !!
Biarlah , semua sudah menjadi abu hitam dalam hidupku , melebur !! hancur !!
Dan hanya sepenggal kata yang tersisa untukmu ..
"
Pada saatnya , ketika musim berganti , Dan gugusan mendung yang ranum menitikkan tetes hujan yang pertama . Biduk yang dikayuh akan merapat ke dermagamu . Menyibak kabut keraguan, lalu mendamparkan hasyrat yang hangat dibakar rindu. .
Pada saatnya , diujung perjalanan akan kubingkai binar matamu bersama gelegok gairah jiwaku . Menjadi lukisan indah dilekuk cakrawala. Dalam leleh cahaya melumuri langit . Di tingkah semilir angin laut dan tarian ombak membelai lembut kristal pasir pantai ..
Pada saatnya, akan kubuat kau terjaga dalam lelap tidur lalu bersama merajut impian yang tak segera usai. Dalam genangan cinta di palung kalbu . Dalam getar hati tak berkesudahan ..
"
Kau misteri dalam hidupku yang tak pernah terpecahkan !! Entah karena apa sampai saat ini aku masih berharap KAMU ..
Tapi tidak , aku memiliki DIA
Tapi apa ? Mengapa kau tak pernah pergi lenyap dari bayangbayangku..
Aku seperti orang gila !! Ya , itu yang pantas kau katakan padaku ..
Berharap kau, namun kau tak pernah berharap AKU !!
Mataku terarah pada setumpuk ketas yang telah usang , bertuliskan nada nada cinta ..
Seharusnya tumpukan kertas itu ada padamu ..
Namun tidak mungkin , kau pasti sudah membuannya jauh jauh ..
Tulisan yang sudah memudar ditelan waktu . Goresan indah itu mengingatkanku pada zona misteri aku dan kamu ..
Dan sekarang , aku hanya bisa
Aku munafik !! , aku tidak tersenyum bahagia, namun aku memaksa untuk itu !!
Biarlah , semua sudah menjadi abu hitam dalam hidupku , melebur !! hancur !!
Dan hanya sepenggal kata yang tersisa untukmu ..
"
Pada saatnya , ketika musim berganti , Dan gugusan mendung yang ranum menitikkan tetes hujan yang pertama . Biduk yang dikayuh akan merapat ke dermagamu . Menyibak kabut keraguan, lalu mendamparkan hasyrat yang hangat dibakar rindu. .
Pada saatnya , diujung perjalanan akan kubingkai binar matamu bersama gelegok gairah jiwaku . Menjadi lukisan indah dilekuk cakrawala. Dalam leleh cahaya melumuri langit . Di tingkah semilir angin laut dan tarian ombak membelai lembut kristal pasir pantai ..
Pada saatnya, akan kubuat kau terjaga dalam lelap tidur lalu bersama merajut impian yang tak segera usai. Dalam genangan cinta di palung kalbu . Dalam getar hati tak berkesudahan ..
"
Kau misteri dalam hidupku yang tak pernah terpecahkan !! Entah karena apa sampai saat ini aku masih berharap KAMU ..
Tapi apa ? Mengapa kau tak pernah pergi lenyap dari bayangbayangku..
Aku seperti orang gila !! Ya , itu yang pantas kau katakan padaku ..
Berharap kau, namun kau tak pernah berharap AKU !!
Langganan:
Postingan (Atom)