Waktu teruss berputar dan berlalu
Hanya dengan kebiasaan kita memulai
Sulit kita mengungkapkan diri kita masing masing
Dan tujuanku adalah mengungkapkan siapa “kau” sebenarnya
Usapan jemarimu yang terus mengeringkan basah di pipiku
Dan senyum rekahmu yang selalu membahagiakanku
Itulah yang tak pernah lepas dari ingatanku
Tentang kamu ..
Nada nada bibir halusmu yang selalu mengangkat otot otot mulut dan pipiku
Itu yang selalu tergambar dari kamu
Kamu yang selalu menyuguhku berjuta kebahagiaan
Dan menemaniku tanpa sebuah kebimbangan
Kamu yang selalu hadir disetiap waktuku
Kamu yang selalu ada meskipun ratusan kilo jarak memisahkan kita
Kamu selalu ada....
Kamu selalu ada....
Bukan hanya saat kita saling membutuhkan
Namun juga pada setiap saat kita berbagi kebahagiaan
Satu satunya tempat aku menangis.
Satu satunya tempat aku lari, ketika aku memiliki masalah.
Satu satunya yang aku ajak bicara.
Kau satu-satunya teman terbaik yang selalu ada untukku.
Satu satunya tempat aku lari, ketika aku memiliki masalah.
Satu satunya yang aku ajak bicara.
Kau satu-satunya teman terbaik yang selalu ada untukku.
Sementara dalam pikiran kita
Masih ada batas yang membuat kita terpisah
Lalu bagaimana dengan persahabatan kita?
Akankah kita nyaman dalam batas yang memisahkan kita itu ?
Aku selalu berharap
Aku selalu berdoa
..
Dalam yakinku masih akan ada ruang lagi yang mempertemukan kita hai sahabatku ..
Dalam yakinku masih akan ada ruang lagi yang mempertemukan kita hai sahabatku ..
Hafis Nur Rahmawati